Anekaragam

oemar

Pada pembahasan terdahulu pada ” Narkoba Boleh Dikenal Jangan Disayang” telah disampaikan pembahasan Narkotika secara garis besar. Pada tulisan kali ini kita bahas jenis dan efek penggunaan secara rinci.

Secara khusus, Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok : 1. Kelompok Narkotika

Jenis narkotika bermacam-macam, diantaranya Opoida alamiah (  Opium, Morfin, Kodein ), garam dan turunan dari kokain dan cannabis(Ganja : berisi zat kimia deta-9-tetra hidrokanbinol, berbentuk tanaman yang dikeringkan( bahan-bahan lain baik yang bersifat alamiah atau sintetik, yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin dan kokain, putauw ( jenis heroin yang dapat menjadi pilihan bagi para penyalahgunaan obat )
2. Kelompok Psikotropika
 Psikotropika ( sedatif dan hipnotika ) adalah zat yang berpotensi sebagai penyebab sindroma ketergantungan.
Kelompok ini dibagi menjadi 4 :
a. psikotropika Golongan I.
    Jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat sebagai penyebab ketergantunngan dan dinyatakan sebagai barang terlarang. Contohnya ” sabu-sabu, dan  ekstasi.
b. Psikotropika Golongan II.
   Mempunyai potensi kuat dalam menyebabkan sindroma ketergantungan. contohnya , Fleksiklidine (PCP).
c. Psikotropika Golongan III.
   Berpotensi sedang untuk menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk golongan ini adalah  Flunitrazepam,      Rohipnol, Mogadon.
d. Psikotropika Golongan IV.
    Berpotensi ringan penyebab sindroma ketergantungan. contohnya : Alpazolam(xanax), Bromazepam(lexotan), Diazepam(valium), Estazolam (esilgan) dan frisium. jenis ini biasa disebut anestesi ringan, biasanya berbentuk salep untuk dioles pada kulit atau diminum sebagai penenang.
3. Kelompok Zat Adiktif.
Zat atau obat selain ketiga jenis diatas, yang dapat menimbulkan ketergantungan. Diantaranya adalah Inhalasia, Nikotin, dan Kafein.
Bahan-bahan diatas sangat berbahaya, semuanya perlu kita kenali dengan tujuan untuk menghindari penggunaan bahan-bahan diatas tanpa anjuran dari dokter atau tenaga yang ahli dibidang ini sama sekali tidak bermanfaat bagi penggunanya. Perlu diketahui pila jenis obat atau narkotika yang sering digunakan para pemakai antara lain ; pil BK, Nipam, Rohipnol, Mogadon, Lexotan dan Valium. Jenis Putauw adalah : opium, morphin & codein, Pethidin, jenis lain yang menjadi pilihan adalah ganja, ekstasi dan sabu-sabu.
Pada awal penggunaannya, pemakai akan merasa gembira, euphoria yang berlebihan, berkurang rasa sakitnya, mengalami halusinasi, efek analgetik (pengurangan rasa nyeri), mual dan muntah, napas sesak, sulit buang air besar, pengecilan penampang pupil mata  dan merasa ngantuk, terlambat tidur. Kemudian menyusul efek lanjutan, yaitu ketergantungan obat, ketergantungan psikis(sugesti), ketergantungan Fisik(sakaw).
Kondisi ini akan diikuti denbgan beberapa gangguan fisik :
  • terjadi kerusakan fungsi otak
  • brain damage
  • abses pada kulit/pembuluh darah
  • dapat terjadiosteomielitis
  • gangguan koordinasi otot
  • bronkitis
  • pneumonia
  • kerusakan gigi
  • sembelit menahun
  • impotensi pada laki-laki
  • kemandulan padaa wanita
  • nafsu makan hilang
  • mudah terinfejksi penyakit menular, TB, hepatitis, dan HIV/AIDS
Jika seseorang sudah mengalami ketergantungan napza, akan berperilaku sebagai berikut :
  1. keinginan yang tidak tertahankan untuk mengkonsumsi, dan selanjutnya menghalalkan segala caraa.
  2. kecenderungan untuk menambah dosis sejalan dengan bats toleransi tubuh yang meningkat
  3. ketergantungan psikis,jika dihentikan akan menimbulkan kecemasan, depresi.
  4. ketergantungan pisik yaitu gejala putus napza(sakaw).
Sekali lagi Narkotika dipelajari untuk dikenal, hanya tenaga ahli yang diperkenankan untuk penggunaan, bagi orang awam seperti kita jangan sekali-kali mencobanya. sekali terseret sulit untuk kembali. Perjalanan masih teramat panjang, marilah kita isi dengan hal-hal yang positif.
Katakan TIDAK!!! pada Narkoba….

 Mata Pelajaran untuk SD di Kurikulum Baru 2013

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengubah kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum baru yang akan mulai berlaku 2013 sudah bisa dipastikan akan benar terjadi. Kurikulum pendidikan nasional yang saat ini masih digodok dan jadwalnya akan Februari 2013 nanti terjadi penyederhanaan jumlah mata pelajaran.

Kurikulum pendidikan nasional dengan konsep penyederhanaan jumlah mata pelajaran terus digodok bersama tim dari pemerintah pusat dan sejumlah pakar pendidikan. Hampir dipastikan untuk siswa sekolah dasar (SD) hanya akan ada 7 mata pelajaran dari 11 mata pelajaran sebelumnya diajarkan di bangku sekolah dasar.

Seperti dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Suyanto yang dikutip dari Kompas (02/10). Inilah 7 mata pelajaran yang akan diajarkan untuk siswa SD di kurikulum pendidikan baru 2013:
1. Pendidikan Agama
2. Bahasa Indonesia
3. PPKn
4. Matematika
5. Kesenian
6. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan
7. Pengetahuan Umum

Khusus untuk mata pelajaran IPA dan IPS, Kemendikbud menilai kedua mata pelajaran itu belum perlu dipisahkan untuk jenjang SD. Diwacanakan, keduanya akan dilebur menjadi satu mata pelajaran bernama Pengetahuan Umum yang memiliki muatan yang terintegrasi dengan jenjang SMP dan SMA.

Sebelumnya Suyanto juga menyampaikan jumlah mata pelajaran di SD untuk kurikulum pendidikan baru ini akan lebih disederhanakan, tetapi muatannya lebih mendalam. Hal ini berbeda dengan kondisi mata pelajaran di SD saat ini yang cakupannya terlalu luas, tetapi tidak sebanding dengan isi materinya.

Kemendikbud memilih mata pelajaran yang lebih mengedepankan pembentukan sikap dan mengandung dasar-dasar mata pelajaran yang memiliki substansi pengembangan wawasan umum. Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014. Bagaimana komentar Bapak Ibu Guru dengan penyerderhanaan mata pelajaran di SD dengan menjadi 7 mata pelajaran saja? Tulis saja di kolom komentar!

10 Hal yang Dirasakan Para Pria Saat Baru Jadi Ayah

Mendapati buah hati tercinta akhirnya muncul dan lahir ke dunia merupakan jadi kebahagiaan tersendiri untuk pasangan. Bukan hanya wanita, pria pun merasakan kebahagiaan yang sama besarnya.

Saat menjadi ayah baru, tentunya ada berbagai hal yang berubah dalam hidup. Pria biasanya kaget mendapati dirinya mempunyai kewajiban, tekanan dan harapan ataupun tuntutan baru yang menjadi tanggungjawabnya.

Apa saja yang dirasakan para pria saat baru jadi ayah? Berikut ini 10 hal yang umumnya dirasakan dan dialami oleh pria pada awal masa transisinya menjadi ayah baru, seperti dipaparkan oleh Armin A. Brott, penulis buku laris ‘The Expectant Father: Facts, Tips, and Advice for Dads-to-Be’ pada situs Baby Centre:

1. Kebingungan
Konflik pergolakan emosi akan terjadi pada bulan-bulan awal masa transisi berubah menjadi ayah. Di satu sisi rasa jantan, kuat dan bangga telah memiliki satu keluarga baru muncul, namun di sisi lain muncul perasaan sedih dan tidak ada orang lain lagi yang dapat membantu apabila masalah muncul terutama yang berhubungan dengan sang buah hati. Misalnya saja tidak mengerti apa yang diinginkan oleh bayi ketika ia menangis tengah malam dan semua orang terlelap.

2. Rasa Cinta yang Baru dan Berbeda
Tidak ada perasaan yang sebanding dengan rasa sayang dan cinta kasih pria terhadap buah hatinya. Pria menyadari mereka bisa merasakan cinta tanpa syarat pada satu orang yaitu anak. Pastinya para ayah akan selalu berusaha menyayangi, memerhatikan, dan menjaga buah hati mereka.

3. Campur-aduk
Ketika memandangi bayinya yang baru lahir, kadang-kadang pria merasa bingung karena perasaan senang yang ia rasakan ketika sang buah hati lahir, bisa berubah menjadi mati rasa dan hampa. Ia merasa kaget dan tidak siap dengan seluruh tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan sebagai ayah, dan ingin merasakan perasaan bebas seperti dulu lagi. Kadangkala hal ini membuat para pria diliputi rasa bersalah. Ia menyayangi buah hatinya, namun pada saat yang sama ia kesal karena kehilangan semua kebebasannya.

Memang ada saatnya seseorang bisa merasa menyayangi dan membenci sesuatu pada saat bersamaan. Hal ini biasa dan merupakan hal yang normal terjadi pada siapa saja dan akan berlalu seiringnya waktu berjalan.

4. Depresi
Meskipun banyak orang yang mengira bahwa biasanya hanya wanita yang yang mengalami kesedihan dan gejala babyblues, pria juga seringkali mengalami depresi ketika bayi mereka lahir. Wanita seringkali mengalami depresi hanya karena perubahan hormon, sedangkan pria dikarenakan kenyataan yang terjadi di depan mereka.

Pria tidak memiliki waktu untuk cuti ataupun beristirahat sejenak seperti yang didapatkan wanita setelah mereka melahirkan. Jadi ketika pulang bekerja, banyak hal dan tugas baru yang menunggu mereka, mulai dari gangguan tidur di malam hari dan juga tanggungjawab baru di rumah.

5. Rasa Takut
Pada awal masa transisi pria menjadi seorang ayah, ia diselimuti rasa takut yang menghantui hari-harinya. Ia takut tidak mampu menjadi ayah yang baik, menjaga istri dan anaknya dari bahaya yang mengancam, tidak dapat mencukupi keluarganya, tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam mengurus anaknya, hingga takut melakukan kesalahan-kesalahan seperti yang pernah dilakukan oleh ayahnya dahulu. Ketakutan-ketakutan seperti ini normal dialami pria di masa transisi dari seorang suami menjadi seorang ayah.

6. Hubungan dengan Pasangan
Sebelum menjadi orangtua, pasangan dapat menghabiskan waktu lebih banyak bersama, saling memelihara dan memerhatikan satu sama lain sehingga hubungan yang terjalin semakin erat. Namun, ketika buah hati lahir, semuanya berubah. Semua hal yang dilakukan semata-mata untuk keperluan sang bayi. Mereka merasakan waktu tidur dan berduaan dengan pasangan jadi berkurang. Oleh karena itulah coba curi-curi waktu untuk melakukan hal bersama-sama, meskipun hanya sebentar setiap harinya untuk berbincang dan duduk sejenak dengan pasangan.

7. Berinteraksi dengan Buah Hati
Pada minggu keenam hingga kedelapan, buah hati Anda tidak dapat memberikan banyak respon akan apa yang orang lain lakukan terhadapnya. Jarang tersenyum, tertawa, dan sangat jarang merspons apa yang ada di sekitarnya. Sebaliknya, yang seringkali ia lakukan adalah menangis. Tugas baru yang harus dilakukan pria adalah bersabar dan terus menunjukan kasih sayang serta perhatiannya kepada sang bayi. Buah hati Anda akan menunjukan respons sebagai balasan terhadap ayahnya setelah melewati fase pertumbuhannya.

8. Topik Pembicaraan
Jika sebelum menjadi seorang ayah pria cenderung menertawai temannya yang menceritakan semua hal seputar bayi mereka, sekarang gantian ia sendiri yang mengalami hal tersebut. Mulai dari muntahan bayi, ASI istri yang sering merembes, jahitan istri, hingga warna dan konsistensi dari pup bayinya sendiri merupakan topik yang selalu ia bahas dengan temannya, dan tanpa sadar ia menyenangi membahas hal-hal tersebut.

9. Kewajiban Sebagai Orangtua
Dulu saat belum punya anak, para pria biasanya memastikan apakah sudah membawa dompet, kunci mobil hingga oven ataupun kompor telah dimatikan atau belum. Kini setelah punya bayi, persiapan yang dilakukan menjadi dua kali lebih repot. Belum lagi ditambah adanya hal-hal tidak terduga misalnya ketika semuanya sudah dipastikan siap berangkat, ternyata bayi tiba-tiba saja buang air besar. Sehingga mau tidak mau pasangan harus kembali lagi ke dalam rumah.10. Pelajaran dalam Mencintai
Ketika pria belajar mengerti akan apa yang bayinya rasakan dan diinginkan buah hatinya, buah hati Anda akan belajar bagaimana mengoordinasikan fisiknya untuk mengungkapkan cintanya pada sang ayah. Saat bayi belajar membisikkan sesuatu atau tertidur dalam dekapan kuatnya bahu ayahnya, pria akan menemukan makna sejati dari kehidupan.Hidup adalah sebuah perjalanan.

Perjalanan panjang yang yang mesti dilalui oleh setiap makluk. Tentu makluk satu dengan yang lain mempunyai warna tersendiri ,satu dengan yang lain tak akan sama.  Bagi yang beruntung akan menjalaninya dengan lancar seperti berjalan pada jalan yang lurus tanpa lubang. Sehingga hidup bisa dimaknai dengan sesuatu yang sederhana. Berbeda denngan mereka yang penuh dengan kesulitan, tentu yang belakang ini mengartikan hidup sebagai sesuatu yang penuh dengan warna yang memerlukan terjemahan yang begitu rumit dan membosankan, perlu strategi,kerja keras dengan upaya yang maksimal yang barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Pemikiran sederhananya adalah keberadaan kita hanyalah sekedar bertahan hidup. Mempertahaankan hidup diantara sesama manusia dan makluk-makluk ciptaan Tuhan yang lain. Tentu karena manusia dikarunia akan yang lebih cerdik dari makluk lain, timbullah keinginan yang lebih dari sekedar bertahan hidup. Timbul keinginan  lebih dari yang lain, sehingga seringkali berbenturan antara satu dengan yang lain, ada yang dengan kekuatannya mereka memaksakan kehendaknya dengan orang lain, ada yang pasrah, ada yang mempertahankan hak-haknya sehingga terjadi perselisihan bahkan peperangan. Ada yang dengan kepintarannya dengan tega mengambil hak-hak orang lain seperti halnya para koruptor yang bangga dengan apa yang telah mereka perbuat, tanpa merasa bersalah melihat kehidupan sesamaanya yang penuh dengan kekurangan. Jika si miskin berfikir apa yang besok dimakan, maka berbeda dengan yang mereka rencanakan,” Besok kira-kira siapa ya, yang bisa kumakan!” Jelas, sangat berbeda bukan?
Sifat dan tabiat mewarnai perjalanan kita. Pada dasarnya kita akan bangga jika disebut sebagai orang kaya, ada sebagian dari kita yang bangga dengan kekayaan yang di miliki, akan tetapi keadaan akan berbanding terbalik ketika ada sesuatu yang gratis, dengan sukarela pula kita disebut miskin, demi mendapatkan sesuatu yang sebenarnya bukan menjadi haknya.
Jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk  melihat dan mendengar potret perjalanan. Beberapa diantaranya mungkin ada disekitar kita :

a.       Sebuah keluarga kecil Ayu dan Budi telah beberapa tahun berumah tangga. Karena keberuntungan yang belum berfihak mereka merasakan kesulitan. Merasa rejeki dirumah tidak cukup Budipun mencoba keberuntungan dengan bekerja diluar daerah. Malangpun tak bisa ditolaknya, sudah beberapa bulan ini Budipun tidak mengirimkan nafkah untuk anak dan istrinya. Merasa terlantar Ayupun mencari penghasilan dengan caranya sendiri. Pergi pagi hingga larut malam, Ayu belum juga pulang. Sungguh kasihan anak-anak mereka. Ternyata Budi tidak sendiri, masih banyak Budi-Budi yang lain, yang nasibnya tak jauh beda.
b.      Lain pula dengan Cici dan Dundit. Dengan bekal keterampilan yang pas-pasan Dundit mencari nafkah sebagai kuli bangunan di jalan. Yang kadang ada, dan seringkali mangganggur karena sepi order. Mereka dikaruniai dua orang putera yang lagi senang-senangnya jajan dan bermain. Untuk membeli beras saja mereka susah. Tak tahan memikul beban hidup,  suatu ketika Cici berteriak histeris, dan sekarang masih ‘lupa’ dengan dirinya sendiri. – para tetangga menyebutnya stess —- dan akhirnya dirumahsakitkan dengan keluarganya.
Budi dan Dudit kalau boleh penulis menilai adalah potret pribadi yang ‘kalah’ dalam mempertahankan hidup. Mungkin hal ini tidak akan terjadi jika mereka mempunya bekal keterampilan yang cukup, atau untuk kita yang sekarang ini sedang ‘berkuasa’ atau ‘mempunyai kekuasaan’ rela berbagi, peduli, dengan teman-teman disekitar yang masih teramat sangat membutuhkan bantuan. Cukup mengambil apa yang menjadi hak, memberikan apa yang menjadi hak orang lain. Jika boleh berandai-andai, apabila ini berjalan maka tidak ada yang merasa diperlakukan tidak adil. Hidup-pun terasa nyaman karena masing-masing akan mendapat ‘keadilan’ menurut porsinya masing-masing.
Semoga saja kita tidak termasuk orang yang ‘miskin’atau senang ‘ dimiskinkan’…………
11 Kisah – Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi.

Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.

Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.

Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.

Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia.

Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas.

Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.
1.  Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

 

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.

Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.

Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah?

Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

2. Suara Tak Bersumber

 

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah”

yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi.

Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter.

“Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.

Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

3. Pasukan Tidak Dikenal

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

 

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

5. Padam Api

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

6. Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan.

Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

7. Kabut pun Ikut Membantu

 

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
8. Selamat Dengan al-Qur’an

 

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,

‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),”

jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).
9. Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya.  Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah.

Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar.

Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.

“Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza.

Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: